Senin, 11 November 2013

Dan Pohon-Pohon itupun Berjalan


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Apakah sahabat percaya, ada sebuah pohon yang mampu berjalan? Atau malah sahabat pernah menyaksikannya sendiri, di mana pohon-pohon itu berjalan di hadapan kita, melenggak-lenggok layaknya ditiup angin kencang? Ehmm, sepertinya mustahil yach. It’s impossible to think about that, may be. Tidak masuk akal. Kalau
bergerak, pasti. Tapi kalau berjalan…???? Gak yakin dech. Baiklah kalau begitu. Saya tanya lagi, Saudara penggemar film drama dan fantasi? Jika saudara adalah penggemar film ber genre ini, tentu tidak asing dengan film Harry Potter dan Narnia (The Chronicles of Narnia: Prince Caspian). Dalam film ini kita bisa menyaksikan bagaimana pohon-pohon dalam film itu mampu berjalan, bahkan ikut serta dalam peperangan melawan musuh. Hebat gak tuh, tapi sayangnya peristiwa itu hanya ada di dalam film, dan rekayasa belaka.

Masihkah anda percaya akan adanya pohon yang pernah berjalan? Seorang rasionalis yang belum pernah sendiri menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepala, kemungkinan besar akan mengatakan “TIDAK!!!”. Dan dengan sedih, saya mesti mengatakan, saudaraku, siapapun Anda, khususnya umat Islam, yang percaya akan adanya sebuah mukjizat, tidak perlu sungkan lagi untuk mengatakan, “SAYA PERCAYA DAN YAKIN”. Dan memang sudah semestinya kita mempercayai hal itu. Karena peristiwa tersebut benar-benar pernah terjadi di dunia ini. Nyata, bukan rekayasa. Dan peristiwa tersebut, pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Sebuah peristiwa luar biasa, sekaligus menjadi bukti nyata kebenaran Islam serta kerasulan Baginda NAbi SAW. Wa Allahu a’lam.

Nah, Peristiwa ini bermula manakala Rasulullah tengah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanan tersebut, baginda nabi mengajak serta Uqa’il bin Abi Tholib. Dan Uqa’il inilah yang nantinya akan menjadi saksi nyata terhadap kebenaran peristiwa tersebut. yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Peristiwa-peristiwa yang sungguh mengagumkan, yang membuat keimanan hati Uqail semakin bertambah kuat.

Kali pertama peristiwa mengagumkan ini terjadi saat Rasulullah SAW ingin membuang hajat. Rasulullah berjalan kesana kemari untuk menemukan tempat yang aman dan cocok untuk buang hajat. Namun, setelah mencari kesana kemari, Beliau tidak menemukan tempat yang aman lagi cocok untuk melakukan itu, karena posisi beliau kala itu ada di tengah hutan. Maka Rasulullah pun berkata kepada Uqa’il, “Hai Uqail, teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katakanlah kepada pohon-pohon itu bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW berkata, ‘agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, karena sesungguhnya baginda Nabi akan mengambil air wudhu dan buang air besar.'

Setelah memperoleh perintah itu, Uqail melangkahkan kakinya menuju pohon-pohon di sana. Namun, belum pula ia sempat mengucapkan sepatah katapun kepada pohon-pohon itu, mereka telah berjalan mendekati dan mengelilingi Rasulullah. Melihat peristiwa aneh dihadapannya,Uqail hanya mampu terdiam sekaligus takjub akan kebesaran Allah yang telah ia tunjukkan lewat pohon-pohon itu. “Masyaallah, baru kali ini aku melihat pohon itu berjalan”, katanya dalam hati.

MENCARI AIR

Setelah peristiwa itu, Rasulullah beserta Uqail melanjutkan perjalanan mereka. Jarak perjalanan yang cukup jauh, di antara semak dan belukar, membuat Uqail tidak mampu menahan rasa hausnya. Uqail meminta izin kepada Rasulullah untuk mencari air. Tapi sayangnya, tak jua ia peroleh air tersebut. Maka baginda Nabi berkata lagi kepada Uqail, “Hai Uqail, dakilah gunung itu dan sampaikanlah salamku kepadanya, serta katakan, jika padamu ada air, berilah aku minum”.

Uqail lalu pergi mendaki gunung itu, setelah sampai di hadapan sang gunung, dikatakannya apa-apa yang disabdakan oleh Baginda Nabi SAW. Belum pula ia selesai berkata, gunung itu dengan fasihnya berkata, “Katakanlah kepada Nabi SAW, sejak Allah SWT menurunkan ayat yang bermaksud, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (siksa) api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu”. Aku menangis sebab takut kalau aku akan menjadi bagian dari batu-batu itu, maka tidak ada lagi air padaku.

Dan demikianlah seterusnya, berbagai peristiwa menakjubkan itu terjadi pada diri Rasulullah SAW dan sahabat. Sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal dapat terjadi di dunia fana’ ini. Semua bergerak atas kehendak Allah Ta’ala. Dan bagi kita, cukuplah kisah-kisah diatas, menjadi bukti akan kebenaran Islam, dan membenarkan akan kerasulan Bagianda Nabi SAW serta semakin memantapkan hati ini untuk terus beribadah kepada Allah SWT.

“Maka ketika Mukjizat Nabi Muhammad itu ditunjukkan kepada para Sahabat, bertambahlah iman mereka”, semoga kita menjadi salah satu dari Umat Muhammad yang merasakan manisnya iman itu. Amin….

SEMOGA BERMANFAAT!!!!!

Nb: Kisah ini diambil dari majalah Hikmah, (edisi 01-15 Nopember 2008, hal: 19) 
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar