Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

Menulis, dari Makna hingga Daya


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



kata-kata kita menjelma boneka lilinsaat kita mati untuk memperjuangkannyakala itulah ruh kan merambahnyadan kalimat-kalimat itupun hidup selamanya-Sayyid Quthb-

Senin, 28 April 2014

hidup didunia seakan-akan orang asing dan pengembara


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Saya sering mendapat petuah bahwa hidup itu hanya mampir minum (urip iku mung mampir ngombe). Kala itu saya menanggapi biasa saja petuah itu, belum tergerak mendalami petuah itu. Petuah itu ternyata sangat relevan dan  bersesuaian dengan hadis Nabi Saw yang terdapat dalam 40 hadist Arbain Imam Nawawi.

Dari Ibnu Umar ra berkata : 

"Bahwa Nabi Saw memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “ 
(HR Bukahri).

Jumat, 11 April 2014

Membiasakan Tafakkur


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Membiasakan tafakkur adalah tradisi seorang mukmin. Allah menyebut kegiatan bertafakkur sebagai kebiasaan orang-orang yang berakal, Ulil Albaab. Dia SWT berfirman:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."(QS. Ali Imran 190-191).

Rabu, 02 April 2014

HIKMAH MENIKMATI


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Menikmati adalah kemampuan seseorang menerima apa yang ada, menghadapi sesuatu yang dirasakan kurang memuaskan tapi dijalaninya dengan ikhlas dan penerimaan penuh: tanpa mengeluh, tanpa menggerutu dan tanpa berkata-kata yang tidak perlu. Menikmati akan muncul dari kemampuan menghayati. Tanpa menghayati tak akan ada kemampuan menikmati. Menikmati adalah salah satu bentuk bersyukur. Semakin sering seseorang menghayati, semakin sering ia menikmati, semakin sering ia menikmati akan semakin sering bersyukur, semakin sering ia bersyukur akan semakin sehat jiwanya.

Sabtu, 01 Maret 2014

Perkara yang Membatalkan Keislaman


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Salah seorang ulama Ahlus Sunnah dari negeri Yaman, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi, menulis dalam kitab beliau yang ringkas “Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid,” sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang. Tidak seperti batalnya jenis-jenis ibadah lain di dalam Islam yang tidak mengeluarkan seseorang dari agama, batalnya keislaman berakibat fatal kepada pelakunya di dunia dan di akhirat.

10 Pembatal Keislaman itu adalah:

Jumat, 28 Februari 2014

ISTRI SHOLEHAH


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.

Tanggungjawab suami yang tidak ringan diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan agamanya. Hak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri.

Minggu, 23 Februari 2014

UTAMAKAN IBU ATAU ISTRI


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Mas Didin (bukan nama sebenarnya) baru saja menikah dengan gadis Polowijen Malang, cantiknya bukan kepalang. Namun seribu kali sayang, pelitnya tidak ketulungan.

Sejak menikah, Mas Di din diharuskan menyerahkan semua gajinya pada istrinya. Istrinyalah yang mengatur semua pengeluaran rumah tangga. Istilahnya, istrinyalah yang menjadi bendahara keluarga. Awalnya memang tidak ada masalah, tapi sebulan berikutnya, masalah itu muncul saat Ibunya Mas Didin datang minta uang. Mas Didin yang tidak pegang uang akhirnya minta uang pada istrinya. Tapi apa yang terjadi?

Minggu, 16 Februari 2014

Mutiara Dibalik Musibah


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.(Q.S.22/ Al Hajj: 11) 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa,

“Datangnya musibah-musibah adalah nikmat. Karena bencana menjadi sebab untuk dihapuskannya dosa-dosa. Ia juga menuntut kesabaran, sehingga orang yang tertimpa musibah dan tetap bersabar akan mendapatkan pahala”.

Minggu, 09 Februari 2014

Aqueeni..


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin sharing sebuah kisah yang boleh dibilang sangat menyentuh, yakni sebuah kisah  Ditengah tuntutan Dunia yang semakin menggila ternyata masih ada seorang wanita yang memiliki hati seperti dalam kisah ini. 

Berikut kisahnya....semoga BENAR ada hikmah yang bisa di ambil.

Jumat, 07 Februari 2014

Pahala Melimpah Bagi Muslimah yang Tinggal di Rumah


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Di antara perintah Allah kepada wanita muslimah adalah perintah untuk tinggal dan menetap di rumah-rumah mereka. Sebuah perintah yang banyak mengandung hikmah dan maslahat. Tidak hanya bagi wanita itu sendiri, namun juga mengandung kemaslahatan bagi umat.

Perintah dari Dzat Yang Maha Hikmah

Wahai saudariku muslimah, renungkanlah firman dari Rabbmu berikut ini. Rabb yang telah menciptakanmu, yang paling tahu tentang kemaslahatan bagimu. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

Rabu, 05 Februari 2014

Musik dalam Kacamata Islam


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



“Diantara perangkap dan tipu daya musuh Allâh Ta'âla, yang menyebabkan orang yang sedikit ilmu dan agamanya terpedaya, serta menyebabkan hati orang-orang bodoh dan pelaku kebathilan terperangkap adalah mendengarkan tepuk tangan, siulan, dan nyanyian dengan alat-alat yang diharamkan, yang menghalangi hati dari al-Qur’ân dan menjadikannya menikmati kefasikan dan kemaksiatan. Nyanyian adalah senandungnya setan dan dinding pembatas yang tebal dari ar-Rahman. Ia adalah mantra homoseksual dan zina. Dengannya orang fasik yang mabuk cinta mendapatkan puncak harapan dari orang yang dicintainya. Dengan nyanyian ini, setan memperdaya jiwa-jiwa yang bathil, ia menjadikan jiwa-jiwa itu – melalui tipu daya dan makarnya– menganggap nyanyian itu baik. Lalu, ia juga meniupkan syubhat-syubhat (argumen-argumen) bathil sehingga ia tetap menganggapnya baik dan menerima bisikannya, dan karenanya ia menjauhi al-Qur’ân…”
Ibnu Qayyim, Ighâtsatul Lahfân (I/408) dan Mawâridul Amân (hlm. 295)

MAKNA TAWAKKAL


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم




Apabila telah tersingkap bagimu makna tawakkal dan engkau telah mengetahui keadaan yang disebut “Tawakkal”, maka ketahuilah bahwasanya keadaan itu mempunya tiga derajat dalam kuat dan lemahnya, yaitu :

1. Derajat yang pertama, apabila keadaannya pada hak Allah, percaya kepada tanggungan-Nya dan pertolongan-Nya itu seperti keadaannya dalam percaya kepada Wakil.

Maqam Syariat


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Tertulis di kitab sirul asror, bahwasanya nabi bersabda,
 “ilmu syariat itu pohon, rantingnya ilmu thoriqoh, daunnya ilmu ma’rifat, dan buahnya adalah ilmu hakikat”.
Maka itu, ilmu syariat jika ilmu syariat tidak di amalkan bakal tidak berdaun dan berbuah.
Nabi saw bersabda, 

“ilmu jika tidak di amalkan seperti pohon yang tidak berbuah”.

Ilmu yang di maksud di sini adalah ilmu syariat (dasar dasar ilmu). Untuk mengamalkannya yaitu dengan ilmu thoriqoh (metode/tata cara/teori), untuk melaksanakan teori harus punya pembimbing yang mengerti dan sudah mahir yang di sebut ahli hakikat, dan ilmunya adalah ilmu hakikat. Ahli hakikat inilah yang membimbing kita yang mana mereka di sebut mursid atau pemberi arahan agar kita begini atau begitu. Nah untuk melaksanakan atau ilmu hakikat kita harus mengamalkan arahan mursid maka kamu akan dapat buahnya.

Minggu, 19 Januari 2014

NASEHAT


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Islam adalah agama yang ditegakkan di atas nasehat. Oleh sebab itu dalam kesempatan ini akan menyajikan secara bertahap nasehat-nasehat para ulama untuk diri kita dan umat manusia pada umumnya. Mudah-mudahan nasehat-nasehat mereka bisa memperbaiki kondisi hati kita dan semakin mendekatkan diri kita kepada Rabb alam semesta.


[1] Pokok Agama

Sabtu, 11 Januari 2014

Beramallah Kita Sebelum Terlambat


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Rasulullah saw pernah bersabda:

“Segeralah beramal sebelum datang tujuh perkara; apakah kalian akan menanti sampai datang kemiskinan yang melupakan, atau kaya yang membuat sombong, atau sakit yang merusak kehidupan, atau tua yang melemahkan kekuatan, atau kematian yang menyegerakan, atau datangnya dajjal, makhluk gaib yang paling buruk dinanti, atau datangnya hari kiamat, hari yang sangat dahsyat dan mengerikan” 
(HR. Turmizi)

Senin, 06 Januari 2014

KERASNYA HATI


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.

Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, 

Rabu, 01 Januari 2014

WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DZAR AL GHIFARI


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Kepada Abu Dzar Al-Ghifari

Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: 

(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,

Minggu, 29 Desember 2013

Cantiknya Bidadari…


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Terheran-heran. Tapi itulah kenyataan. Seseorang  – yang mungkin dengan mudahnya – melepas jilbabnya dan merasa enjoy mempertontonkan kecantikannya. Entah dengan alasan apa, kepuasan pribadi, materi dunia, popularitas yang semuanya berujung pada satu hal, yaitu hawa nafsu yang tak terbelenggu.

Padahal… nun di surga sana, terdapat makhluk yang begitu cantik yang belum pernah seorang pun melihat ada makhluk secantik itu. Dan mereka sangat pemalu dan terjaga sehingga kecantikan mereka hanya dinikmati oleh suami-suami mereka di surga.

Jumat, 27 Desember 2013

PENCIPTAAN MALAIKAT


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



PENCIPTAAN MALAIKAT , terjemahan dari kitab "Kasbul Ghaibiyah

Sesunguhnya Allah telah menciptakan malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail, sebagai pemimpin bagi seluruh malaikat yang jumlahnya hanya Allah yang mengetahui. Mereka bertugas mengatur semua kegiatan makhluk Allah, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi.

Kamis, 19 Desember 2013

Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Imam al-Ghazali Ra. mengatakan bahwa ada 3 sifat yang harus diterapkan dalam beramar ma’ruf nahi munkar. Tanpa 3 sifat ini, amar ma’ruf nahi munkar sulit terwujud. Ketiga sifat itu ialah:

1. Ilmu

Yaitu hendaknya para da’i memiliki ilmu (mengetahui) tentang apa yang dia ajak kepadanya atau larang darinya. Bisa jadi ia mengajak kepada sesuatu yang disangka baik padahal itu buruk, atau melarang sesuatu yang sepatutnya tidak ia larang. Hal ini tidak